Kelas : MPI 2A
NIM : 1503036028
Alamat : Jl. Kyai Thohir Pedurungan Lor RT 02/05
Tempat Tanggal Lahir : Semarang, 07 Juli 1997
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR, TABEL, GRAFIK
Gambar
1.PerbedaanBesaranSkalardanBesaranVektor
BesaranSkalaradalahbesaran yang
memilikibesarnamuntidakmemilikiarah.SedangkanbesaranVektormerupakanbesaran yang
memilikibesardanarah (Kamajaya,2007:50). Dalamkehidupansehari-hari,
dapatdigambarkanperbedaanduabesaran di atassecarasederhana.
Misalnya,
massasebuahbatangbesiadalah 3 kg. Hal
initentunyasudahcukupmenggambarkanapapuntentangmassabesi.
Tidakperlulagimengetahuiarahuntukmengetahuimassabesi. Massa
cukupdinyatakandenganangkadansatuan.Besaraninilah yang
dimaksuddenganbesaranskalar.Contah lain daribesaranskalaradalahpanjang,
suhuluasvolum, massajenis, enegi, dayadan lain-lain.
Berbedahalnyadengancontohberikutini.Mobil
berpindahsejauh 3 kilometer.Pernyataaninibelumcukupuntukmenjelaskanperpindahanmobil.Pertanyaan
yang munculadalah, kemanamobiltersebutberpindah ?apakahkebarat,
ketimurataukeselatan ? Ketikakitamendoronglemaridengangaya 1000 N
sehinggabergerak, makapernyataanitujugabelumcukupuntukmenjelaskangaya yang
diberikan. Hal inidikarenakanarahgayadorongmenentukankearahmanamejabergerak.
Pertanyaan yang munculadalahKemanakaharahgayadorong 1000 N yangdiberikan ? Besaran yang sepertiinilah
yang disebutdenganbesaranvektor.Contoh lain daribesaranvektoradalahkecepatan,
percepatan, momentum, impuls, kuatmedanlistrikdankuatmedan magnet.
2.PerbedaanVektorKomponendanVektorSatuan
Setiapvektordapatdiuraikanmenjadi 2 vektor
yang salingtegaklurus(Kanginan,2002:77). Padakoordinatkartesian,
vektordapatdiuraikankearahsumbu x, sumbu y dansumbu z jika 3
dimensi.Vektor-vektorhasilpenguraianinilah yang
disebutdenganvektorkomponen.Vektor yang terletak di sumbu x, disebutdenganvektorkomponensumbu
x, danvektor yang terletak di sumbu y disebutdenganvektorkomponensumbu y.
Besardarivektorkomponentergntungdarivektorbersangkutan,
tetapiarahnyaselaludiketahuidankonstan.
Vektorsatuan (unit vector) adalahvektor yang besarnyasatusatuan(Istiyono,2004:32).
Vektorsatuanberfungsiuntukmenyatakanarahdarivektordalamruang,
dimanavektorsatuanarahnyasejajarsumbukoordinat,
danpertambahannyajugasejajarsumbukoordinat.Dalamkoordinatkartesian xyz,
vektorsatuanbiasanyadilambangkandenganvektorsatuani untuksumbu x positif, vektorsatuanjuntuksumbu y positifdanvektorsatuank,untuk 3 dimensi.Jikadituliskan,
vektorsatuanpadakoordinatkartesiandinyatakandengan ,,
atauA, B, C.
Untuklebihjelasnya,
suatuvektor A dapatdinyatakansebagaiberikut :
Padapersamaan di atas,A merupakanvektorsatuandarivektor
.
Berdasarkanpenjumlahanvektor,
Vektordiatasdapatditulisdandinyatakandalamvektor-vektorkomponennya
|
= X + Y
|
Untukmemudahkananalisis, digunakanvectorsatuan yang
nilainyasatusatuanpadakoordinatkartesian. Sepertiulasansebelumnya, vektorsatuan
i untuksumbu x, danvektorsatuan j untuksumbu y. Vektor F di
atasdapatdinyatakandalamvektorsatuan.
|
= Xi + Yj
|
Dengandemikian,
jelaslahperbedaan vektorkomponendanvektorsatuan.
3. MenentukanVektorResultan
Untukmenentukanvektorresultan, terdapat 2 metode,
yaknimetodegrafisdanmetodeanalitis.Metodegrafisdapatdibagimenjadi 3
metodeyaknimetodesegitiga, metodejajargenjangdanmetode
polygon.Metodeanalitisjugadapatdibagimenjadi 3, yaknimetode sinus,
metodekosinusdanmetodevektorkomponen.Metodevektor yang
lazimdigunakanadalahmetodejajargenjanguntukmenentukanresultan 2
buahvektordanmetodevektorkomponenuntukmenentukanresultanbanyakvektor.
4. MetodeJajarGenjang
Seperti yang sudahdiulassebelumnya,
metodejajargenjangdigunakanuntukmenentukanresultan 2
buahvektor.Jadisatulukisan, yang nantinyaakanberbentuksepertijajargenjang,
hanyadapatmelukiskan 2 buahvektor.
Aturanmenentukanvektorresultandenganmetodejajargenjangadalahsebagaiberikut.
1. Lukisvektorpertamadanvektorkeduadengantitikpangkalberimpit
2. Lukissebuahjajargenjangdengandengankeduavektorsebagaisisinya
3. VektorResultanadalah diagonal
jajargenjang yang titikpangkalnyasamadengantitikpangkalkeduavektor (Kanginan,
2002:68)
|
F1
|
|
F2
|
|
R
= F1 + F2
|
Untuklebihjelasnya, bias dilihatgambarberikutini.
|
Gambar 2 : MetodeJajarGenjang
|
Bila α = ( F1, F2) =
sudutantaravektorgaya F1dan F2, maka
R
= =
|
y
|
|
x
|
|
z
|
Metodevektorkomponendapatdigunakanuntukmenentukanresultanlebihdari
2 vektor.Aturanpenggunaanmetodeiniadalahsebagaiberikut.Misal,
terdapatsebuahvektor, vektor V sepertigambar di bawah.
|
V2
|
|
V1
|
|
V3
|
|
Gambar 3:
PenggunaanMetodeVektorKomponen
|
1. Uraikanvektorkedalamkomponen-komponennya,
kedalam x, y,z, sepertigambar di atas
2.
|
Rx = Vx
= V1x + V2x + V3x
Ry = ∑Vy
= V1y + V2y + V3y
Rz= ∑Vz = V1z
+ V2z + V3z
|
Jumlahkansemuakomponen X
secaraaljabarbiasauntukmenentukan Rx, yaituvektorkomponen X
darivektorresultan. Hal yang samaberlakupadakomponen Y dankomponen Z,
sehinggadapatditulis :
3. Besarvektorresultan R
dinyatakandengan :
R
=
|
α
|
|
C
|
|
B
|
|
A
|
Perkalian 2
buahvektorlazimdisebutdenganperkaliansilang
(cross product) .HasilperkaliansilangvektorA danvektorBmenghasikanvektorC (Kamajaya, 2007:62). Vektor C yang
dihasilkkanselalutegaklurusbidang yang dibentukolehvektorAdanvektor B,
sehinggavektor C tegaklurusdenganvektor A danjugadenganvektor C.
|
Gambar 4: ArahHasil kali
perkalianvektor
|
|
= AB sin α
|
Arahvektor C adalahmengikutiputaransekrup ,dimanajika A
diputarkearah B, makahasil kali vektornyakearahatas. Sebaliknya, jika B
diputarkearahA ,atau B x A,makahasil kali vektornya –C kearahbawah.
JadihasildanarahdariperkalianvektorA x B dengan B x A
tidaksama.Nilaiataupanjangektor C yang dihasilkanmemenuhipersamaanberikut.
Ada hal yang perludiperhatikandalamperkalianvektoryakni:
1. Nilai 0o≤α≤180osehingganilai
sin α pastilahpositif, sehingganilai C selalupositif
2. Perkaliansilangbersifatantikomutatif, dimana A x B≠ B x A;A x B
= -B x A.Dalamvektorsatuan, misal i x j = k, maka j x i = -k.
3. Jika 2 vektorsalingtegaklurus
,sudutapit 90omaka:
= A B Sin α = A B Sin
90o ; sin 90o = 1 ;
= A B, dalamvektorsatuandapatditulisdengan : i x j = k, j x k = i, dan k
x i = j.
4. Jika 2 vektorsegariskerja, searah
yang membentuksudut 0o, ataupunberlawanan yang membentuksudut 180o,
hasilperkaliansilangnyasamdengan nol.
TABEL
PENGUASAAN MATERI
|
NO.
|
NAMA
|
PENGERJAAN
|
|
1
|
JOKO
|
BISA
|
|
2
|
JONO
|
SEDANG
|
|
3
|
JONTOR
|
SEDANG
|
|
4
|
RIKI
|
SABU
|
|
5
|
CACING
|
SANGAT BISA
|
|
6
|
GOMBLOH
|
BISA
|
|
7
|
KEWER
|
BISA
|
TABEL 1
TABEL 1
GRAFIK PENGUASAAN MATERI
GRAFIK 1

GRAFIK 1
GRAFIK 1
(Istiyono, 2004)
(Kanginan, 2002)
(Kamajaya, 2007)
(Tipler, 1998)[c4]
DAFTAR PUSTAKA
Istiyono, 2004. Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta:
Intan Pariwara.
Kamajaya, 2007. Cerdas
Belajar Fisika. Bandung: Media pratama.
Kanginan, M., 2002. Fisika
Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Tipler, P. A., 1998. Fisika
Untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga.